Sunday, 25 August 2013

Tempat Unik di Kabupaten Batang

          Kabupaten Batang memiliki banyak sekali tempat_tempat unik dan menarik di pandang oleh mata, diantaranya yang Saya Publish kali ini.
          Kedung Bata, adalah nama sebuah yang bisa dibilang unik karena disana terdapat susunan_susunan batu yang aneh dan unik yang berada di tepi aliran sungai yang tenang dan Airnya dalam atau yang orang Jawa biasa menyebutnya Kedung. Susunan_susunan Batu yang naik turun berundak dan menempel satu sama lain itu nampak Unik, Aneh, & Lucu tak seperti batuan pada umumnya. di situ terdapat juga sebuah batu yang menonjol miring menjulang dari tanah yang berada diatas tepian kedung yang bahkan kemiringannya lebih dari Menara Pissa yang ada di Italia yang termasuk dari Keajaiban Dunia.
Batu Seperti Goa
          Ada juga tatanan batu yang saling menjulang membentuk seperti sebuah Goa, dan ada Pula susunan batu yang saling menempel satu sama Lain seperti sebuah Puzzle.

Jajaran Batu Unik
           Pertama kali menginjakkan kaki disana rasanya seperti Manusia yang berada di zaman batu (Palaeolitikum), di sekitar jalan menuju ke Kedung dan di sekitar lahan milik warga terdapat banyak sekali gumpalan_gumpalan Kapuk yang berceceran diatas tanah, jadi seperti tanah yang bersalju, di sebabkan karena banyaknya Pohon Randhu yang ada disana.
Batu Berukirkan Asma Allah
           Sedikit naik keatas menanjaki susunan batu, disana terdapat Makam/Petialasan tokoh jaman dulu beserta pengikutnya. Ada pula sebuah batu di dekat Makam yang berukirkan Asma' Allah. Diatas # buah makam ada juga beberapa buah batu yang di kelilingi oleh bangunan seperti pondasi berbentuk persegi seperti sebuah kolam, yang di beri tangga batu untuk turun ke dalamnya.
3 Makam/Petilasan di atas Kedung
Jalan yang banyak gumpalan Kapuk

Susunan Batu di Tepi Kedung

Pondasi seperti Kolam yang mengelilingi sebuah Petilasan
Batu yang di kelilingi Pondasi

          Hal yang yang sebaiknya dilakukan ketika pertama kali memasuki Makam ialah memberi salam, Jika sempat Kita Berdo'a/Mendoakan, dan untuk kaum Wanita yang sedang berhalangan lebih baik jangan mengunjunginya karena sedang dalam keadaan kotor, jangan Langsung main kamera alias foto_foto gitu aja. OK,,??
Batu Yang Manjulang Miring

Batu yang sama, Seperti Goa

Susunan Batu Berjajar

Batu di dalam area Persegi
          Bila Kalian ingin berkunjung kesana untuk mengobati rasa penasaran ataupun menikmati keunikannya, jalur yang di tempuh memang cukup rumit. Dari Kantor Polsek Beji Luruuuuuuus terus sampai ada perempatan yang terdapat sebuah Masjid, Lalu belok Kanan, darin situ Luruus aja terus sampai menemukan sebuah perkampungan, dari situ turun sedikit sampai ada pertigaan ambil kanan lalu setelah ada pertigaan lagi ambil kiri, nantinya akan kalian jumpai aktivitas proyek galian C, dari situ lurus saja bila da jalan bercabang ambil kanan, lalu sampai ada jalan bercabang yang ada turunannya dari situ kalau bawa motor mending motornya di parkir disitu saja karna kalau sampai ikut turun susah naiknya lagi, apa lagi kalau yang makai cewek, susah deh naiknya. sampai disitu turun aja sambil jalan kaki sampai menemukan sebuah Sungai. Naah sampai situ keliatan deh Kedungnya, tinggal di deketin aja. 
          Jikalau petunjuk itu tadi dirasa sulit di pahami, untuk mempermudah mulai dari perkampungan warga Kalian ikuti jalan yang berwarna agak merah kekuning_kuningan karna bekas runtuhan tanah yang di angkut noleh truk galian C supaya lekas sampai di lokasi. Dan apabila masih Kurang jelas Lebih baik ingat kata pepatah "Malu bertanya sesat di.....". jangan malu untuk bertanya pada warga, tapi dengan cara yang sopan.

Saturday, 9 March 2013

Bendungan Kedung Asem


Bendungan Kedung Asem


Bendungan Kedung Asem adalah bendungan yang membendung Kali (sungai) Kuto yang merupakan sungai terbesar dan sungai utama di Kecamatan Gringsing. Bendungan ini disahkan oleh Menteri Dalam Negeri kala itu Bp. Rudini pada akhir dekade 80. Bendungan Kedung Asem didirikan untuk mengatur irigasi pertanian di daerah Kecamatan Gringsing bagian bawah yang meliputi desa Mentosari, Gringsing, Kebondalem, Lebo, Krengseng, Sidorejo, Yosorejo dan sebagian kecil daerah Kecamatan Weleri bagian barat. Bendungan ini memiliki turbin sebagai pembangkit listrik, akan tetapi kini turbin itu telah rusak dan belum diperbaiki kembali.


Bendungan Kedung Asem memiliki panorama yang menyejukkan hal ini dikarenakan kerimbunan hutan jati Alas Roban dan terjaganya sungai. Disisi timur bendungan Kedung Asem terdapat bukit batu yang telah lama dikenal masyarakat beberapa legenda seperti legenda berdirinya Kecamatan Weleri, bukit itu bernama Cokro Kembang


Bendungan Kedung Asem mengaliri 2 anak sungai untuk keperluan irigasi yaitu sungai Jenes dan sungai Kemit. Kedua anak sungai ini secara rutin mengalami perbaikan setiap tahun yaitu diawal musim kemarau ataupun menjelang akhir musim hujan disaat curah hujan rendah. Seperti yang terjadi pada bulan Mei 2012, dam yang mengairi sungai Jenes ditutup beberapa hari untuk pembersihan dan perbaikan. Penutupan dam ini disambut anak-anak dengan ramai-ramai mencari ikan di sepanjang aliran sungai Jenes.


Masyarakat banyak melakukan aktifitas disekitar bendungan ini. Beberapa orang penambang pasir melakukan aktivitas di bagian atas sungai ini. Daerah ini merupakan tempat favorit untuk memancing dan mencari ikan. Pada tanggal 19 Mei 2012, seorang pemancing ikan berhasil menangkap seekor ikan catfish ukuran besar dengan berat lebih dari 7 kg.  




Tempat ini memiliki keindahan tersendiri. Air, Hutan, Bukit, dan Pohon disekitar tempat ini seyogyanya dijaga dan dilestarikan. Begitulah cara agar alam tetap bersahabat dengan manusia.  

sumber: desa mento-sari.blogspot.com

Salak Sodong

SaLak Sodong meRupakan hasiL
persiLangan anTara saLak Pondoh
(Betina) dari desa NgLumut,
SLeman dengan saLak
Banjarnegara (jantan) yang buah'nya terKenaL besar & manis.
SaLak ini berwarna cokeLat keKuningan,
berBentuk Lonjong besar. Daging buah berWarna putih keKuningan,
beRasa Manis, renyah dan Masir. KuLit agak basah, Lunak, dan
Mudah diKupas.
SaLak yang diHasiLkan dari Lahan_Lahan di Desa yang berada di Lereng perBukitan
RogoKusumo ini Juga duLu pernah Jadi Juara Pameran Buah seJawa Tengah Lho..

Sejarah Desa Siwatu

       Konon kabarnya ada dua orang suami istri yaitu Kyai SeLogati dan istrinya nyai SeLogati. KeDua suami istri tersebut membuka hutan Lebat yang akan diJadikan perKampungAn. Ketika sedang memBuka hutan mereka meNemuKan seBuah sumur yang peNuh denGan Batu. OLeh karena itu tempat tersebut untuk mudahnya diberi nama Sumur Watu yang kemudian Lambat Laun eJaaNNya berUbah menjadi Siwatu. Lambat Laun
desa Siwatu berkembang menjadi seBuah Desa yang ramai. SeteLah cukup Lama mengAbdi pada Desa Siwatu Kyai SeLogaati meninggaL Dunia.
       OLeh penDuduk diMakamKan di sebelah timur Desa Siwatu dan tempat makam itu disebut dengan
Lemah Kesucian, konon kabarnya di sekitar wiLayah tersebut tidak bolah diJadikan tempat pageLaran wayang kuLit. Dan sampai sekarang pun penduduk tidak ada yang berani meLangGar pantangan itu.
       SeLain itu di wiLayah Desa Siwatu juga dapat diJumpai sebuah Dukuh dengan Nama Sitotok. Konon kabarnya yang membuka daerah tersebut adaLah kyai KLoneng. Sewaktu memBuka hutan ia meNemukan seBuah totok/Tempurung Kura_Kura besar. OLeh kaRena itu tempat tersebut diBeri nama Sitotok.

Tradisi/Kepercayaan Warga Gringging Sari

Warga Desa Gringging Sari memiLiki sebuah tradisi yaitu di setiap tanggaL 9-11 SyawaL sLaLu di adakan khouL Syekh Abdurrahman Kajoran, yang di hadiri oLeh ribuan umat musLim tak hanya dari Batang saja tetapi juga dari kota_kota Lain. Bagi Warga Gringging Sari Sendiri acara KhauL tersebut seperti haLnya sebuah Hajat besar yang di adakan setiap Tahunnya seperti haLnya pada saat Hari Raya IduL Fitri Tiba. Mereka menyambutnya dengan meriah dan penuh dengan suka cita. Disana juga ada sebuah kepercayaan disana, yaitu jika ada seorang yang sedang Menstruasi diLarang mendatangi sebuah Parit yang di kramatkan oLeh warga disana karena Parit tersebut merupakan peninggaLan dari Sunan Kajoran.

Curug GringSa

          Tak Jauh dari Masjid AL_Karomah kurang Lebih sekitar 2km keArah seLatan terdapat sebuah Air Terjun [Curug] dengan Mata Air yang jernih dan bentUk batUan aLam yang Indah. Air Terjun ini terLetak d sbeLah kebun miLik warga dan d keLiLingi semak beLukar. Akan tetapi jaLur akses menuju ke curug tak se'rumit yg di bayangkan. Karna medan'nya hanya meLewati semak_semak keciL dan sebuah parit keciL yang menghaLang jaLan terSebuT.
          Bagi pengunjung yang baru pertama kaLi ingin kesana mungkin perLu mencoba bertanya.tanya kepada warga sekitar karna tak jarang pengunjung yg baru pertama kaLi datang harus berboLak baLik karna tidak tau Letaknya. PadahaL seteLah tau, ternyata Letaknya sangat simpeL, dari jaLan berAsPaL kita Akan di Lewatkan pada sebuah jembatan keciL [brog] yg saat ini Cat'nya berwarna kuning terus kaLau dari arah Utara Kita beLok kanan memasuki kebun miLik warga kira2 seteLah 500m kita akan meLihat sebuah air terjun yg indah itU. Namun yg terLihat masih bagian yang atas saja. Karena Air Terjun tersebut memiLiki 2 tingkatan. Dan untUk meLihat tingkatan yang bawah Kita perLu turun untUk meLihatnya. Di sebeLah seLatan Air terjun bagian bawah terdapat sebuah Patok Batas Kabupaten Antara Kabupaten Batang dengan Kabupaten PekaLongan. Dengan demikian sudah dapat dipastikan bahwa Letak Air terjun ini berada di wiLayah Kabupaten Batang yang paLing Barat.

Masjid Kuno Gringging Sari

        Masjid AL_QAROMAH adaLah Masjid Kuno di Desa GringgingSari yang pertama kaLi didirikan oLeh Syekh Abdurrahman Kajoran atau yang sering dikenaL dengan nama Sunan Kajoran. Pembuatan Masjid ini membutuhkan waktu yang cukup Lama. Hingga berbagai kisah muncuL daLam pembuatan'nya. MuLai dari cikaL bakaL nama tempat di sekitar Desa sampai petiLasan2 yang di tingGaLkan.
        DuLunya masjid ini masih berbentuk sederhana dan sangat tradisionaL. Rangken/rangkaian atap'nya terbuat dari bambu, atap'nya terbuat dari tepes keLapa [Ijuk], taLi'nya mengGunakan penjaLin/Rotan. Tiang'nya dari kayu, dinding'nya terbuat dari anyaman kayu, mustoko'nya menggunakan pengaron/paso [tempat air yang terbuat dari tanah Liat], dan Lantainya masih berupa tanah. Namun sekarang bentUk masjid sudah sama seperti bentuk masjid Modern Lain pada umumnya. Dikarenakan adanya perkembAngan zaman dan teknoLogi. Dan Letaknya pun sangat mudah di pahami karna terLetak di atas sebuah terowongan. Penamaan AL_Qaromah merupakan nama yang diberikan oLeh Remaja Desa pada tahun 1987.